ISIS Kembali Beraksi Di Mosul

melakukan operasi gabungan militer Iraq berhasil mengepung dan menyerang ISIS dengan kembali merebut kota Mosul dibagian Barat.

Kelompok radikal ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) dituding telah memakai senjata kimia kepada pasukan Iraq pada operasi merebut kota Mosul dari Iraq. Beberapa anggota personel militer dari Iraq mengalami luka-luka yang di akibatkan oleh serangan senjata kimia tersebut.

Mosul merupakan kota kedua judi togel yang terbesar di Iraq yang telah direbut oleh radikal ISIS ditahun 2014 lalu, tetapi pasukan militer Iraq mampu merebut kembali kota Mosul pada serangan militernya dalam 6 bulan. Karena Iraq berhasil merebut kembali Kota Mosul membuat ISIS melakukan serangan dengan memakai senjata kimia untuk menyerang militer Iraq agar dapat kembali merebut kota Mosul.

ISIS gunakan senjata kimia saat beraksi di Mosul

Kepolisian Iraq menyampaikan bahwa kelompok radikal ISIS menggunakan senjata bahan kimia pada saat melakukan aksi serangan kepada pasukan militer Iraq di Mosul. Perwira kepolisian pusat Iraq menyebutkan kepada routers jika radikal ISIS melakukan serangan terhadap pasukan militer Iraq dengan memakai senjata kimia dibab Jadid dan distrik Urouba, sabtu 15/4/2017. Meskipun serangan tersebut tidak menimbulkan korban yang tewas, komando dari operasi gabungan menyebutkan bahwa serangan tersebut hanya memicu luka-luka di kalangan militer Iraq.

Pernyataan komando dari operasi gabungan tersebut menyebutkan jika serangan hanya terjadi kepada pasukan militer Iraq dalam operasi merebut mosul yang dilakukan militer Iraq dari ISIS. Polisi federal Iraq menyebutkan jika radikal ISIS melakukan serangan terhadap pasukan militer Iraq dengan mortir berisi bahan kimia yang hanya dapat memicu luka-luka ringan.

Senin 17/4/2017 ISIS kembali melancarkan serangan secara berkala dengan senjata bahan kimia di Iraq, tetapi sejauh ini jumlah korban yang tewas ataupun dampak akibat serangan senjata kimia yang dilakukan radikal ISIS disebut cenderung kecil jika dibandingkan dengan serangan bom yang dimilki oleh kelompok radikal ISIS yang jauh sangat mematikan. Kelompok radikal ISIS berusaha memblokir dari pergerakan pasukan militer gabungan Iraq dengan menggunakan senjata mortir berisi material kimia yang beracun tetapi efek dari bahan kimia tersebut hanya terbatas.

Iraq rebut kembali kota Mosul dari ISIS

Pasukan dari Iraq yang dibantu oleh milisi setempat dan juga dibantu oleh pimpinan dari Amerika Serikat melawan ISIS untuk kembali merebut Mosul dibagian barat sejak diawal tahun, operasi militer dengan bantuan serangan udara dari AS telah berhasil merebut kembali wilayah yang telah dikuasai ISIS.

Pasukan militer Iraq telah berhasil memutus jalan terakhir yang digunakan untuk keluar dari Mosul, hal tersebut membuat Militan ISIS terjebak di Mosul, tentara Iraq dengan bantuan militer lainnya terus mengempur ISIS dikota Mosul dibagian barat, sementara dua pasukan khususĀ togel online bersama polisi federal bertempur melawan radikal ISIS yang terjebak didalam Mosul.

Polisi federal telah melakukan serangan kepada kelompok yang bersembunyi dikota Tua, dimana kendaraan berat dan tank tidak dapat menjangkaunya lantaran jalan yang sempit, ISIS hampir tidak bisa melakukan pergerakan lebih dari satu bulan

ISIS telah kehilangan 60% lebih wilayah yang pernah mereka kuasai di Iraq. Tidak hanya itu, ungkap utusan AS yang juga menjelaskan jika ISIS telah kehilangan banyak petempur, karena pasukan gabungan Iraq telah membunuh banyak petempur sehingga ISIS tidak mampu untuk mencari penggantinya, sedikitnya sekitar 180 tokoh pimpinan radikal ISIS telah tewas pada operasi tersebut. Selain membantu militer Iraq melalui serangan udara, tetapi koalisi AS juga melatih sekitar 90 ribu pasukan militer Iraq.