ISIS Klaim Dalang Atas Serangan Bom Dua Gereja Mesir

ISIS klaim terhadap serangan bom dua gereja yang terjadi di Mesir merupakan serangan dari kelompok radikal ISIS.

Presiden Mesir keenam Abdul Fattah Al Sisi menganggap Mesir masuk dalam kondisi darurat setelah Isis mengklaim poker online atas menyerangan dua gereja, yaitu gereja koptik st. George yang ada di kota Tanta bagian utara, dan juga gereja koptik St. Mark yang ada di kota Alexandria pada minggu 9/4/2017 saat merayakan malam Palma. Bahkan kelompok ISIS telah memberi peringatan bahwa akan ada serangan susulan yang sangat spesifik terhadap para penganut Kristen koptik yang ada di Mesir.

Kristen koptik yang ada di Mesir merupakan kelompok Kristen yang paling tua ada di dunia. Komunitas terbesar masih tersisa yang berada dikawasan Timur Tengah. Jemaat Kristen koptik telah lama mengalami kerentanan bahkan dipinggirkan. Bebrapa tahun belakangan Kondisi yang dialami mereka semakin buruk seiring adanya peningkatan jihad dengan menggunakan aksi kekerasan disebagian wilayah Mesir. Ucap Sebastian Usher (wartawan BBC urusan dunia Arab).

Korban teror bom ISIS didua gereja Mesir

Isis melakukan dua serangan digereja Alexandria dan Tanta, bom yang meledak di gereja st. George Tanta diletakkan dibagian bawah kursi dekat dengan altar hingga menewaskan 27 warga yang ada didalam gereja tersebut, dan 78 orang mengalami luka-luka. Beberapa jam Setelah ledakan pertama di gereja st George, polisi yang bertugas sempat menahan pelaku pengeboman tersebut masuk kedalam gereja st Mark di Alexandria, namun pelaku meledakkan bom langsung diluar gereja st Mark hingga kembali menewaskan 17 korban, yang termasuk juga petugas berwajib, dan 41 orang yang terluka.

Pada saat ledakan terjadi Paus Tawadrus II berada didalam gereja st. Mark di Alexandria, namun pejabat kemendagri Mesir menyampaikan bahwa Paud Tawadrus dalam kondisi yang aman.

Umat Kristen koptik yang ada di Mesir memang merupakan Minoritas, hanya berjumlah 10% dari populasi masyarakat Mesir. Serangan bom ini dilancarkan beberapa minggu sebelum kunjungan Paus Fransiskus yang akan berkunjung ke Mesir untuk mendukung umat koptik yang minoritas tersebut.

pemimpin umat katolik sedunia tersebut dijadwalkan akan berkunjung ke Mesir pada tanggal 28-29 Aril 2017 mendatang. Paus Fransiskus juga mendoakan untuk korban yang mengalami luka-luka dan yang telah meninggal dunia. Paus fransiskus juga menyebutkan bahwa dirinya dekat dihati dengan anggota keluarga korban dan seluruh masyarakat.

ISIS otak dari serangan bom dua gereja Mesir

Otak dibalik serangan ledakan bom di dua gereja Mesir akhirnya terkuak, kedua gereja yang di teror bom tersebut didalangi oleh pihak yang sama yaitu kelompok ISIS, tidak lama setelah terjadinya serangan bom di dua gereja Mesir, melalui kantor Amaq, radikal ISIS menyampaikan Statemen yang mengatakan bahwa pihaknya mendalangi dari dua ledakan pada dua gereja yang ada di Mesir.

Ledakan bom pertama yang terjadi di gereja st. George di kota Tanta 94 km dari Kairo dan serangan bom yang kedua terjadi di gereja st. Mark di Alexandria (Iskandariyah). Diantara korban yang meninggal dunia dari serangan di gereja st. Mark terdapat 4 orang polisi yang salah satunya merupakan polisi wanita. Kemendagri Mesir menjelaskan pelaku pengeboman meledakkan diri usai polisi yang menahannya untuk tidak masuk kedalam gereja st. Mark di Alexandria.

Penyerangan yang dilakukan radikal ISIS terhadap gereja bukan kali ini pertama, sebelumnya dibulan Desember tahun lalu sebuah Gereja koptik judi online telah menjadi target dari serangan ISIS yang mengakibatkan 25 orang tewas.