Film Musikal La La Land Akan Catat Sejarah Oscar

Kesuksesan film La La Land di ajang Oscar, bisa jadi dipenuhi dengan pidato berbau politik terkait dengan isu presiden Amerika, Donald Trump tentang Muslim.

Film musikal La La Land bisa membuat sejarah Oscar saat Academy Awards yang diberikan dalam sebuah kegiatan penghargaan tersebut kemungkinan akan didominasi oleh pidato politik. Hal ini tentu tidak biasa karena penghargaan tersebut diberikan setelah film La La Land sukses menarik jumlah penonton yang sangat banyak dan mendulang keuntungan yang tidak sedikit.

Kesuksesan Film La La Land

Film musikal yang bercerita tentang kisah cinta yang unik tersebut sebelumnya telah dinominasikan untuk 14 penghargaan yang bergengsi dan ini melebihi rekor yang sebelumnya telah dicatat oleh film oleh All About Eve dan Titanic. Bahkan, film La La Land bisa menjadi film yang paling menarik di sepanjang masa.

Rekor piala Oscar yang paling banyak sebelumnya dipegang oleh film Ben Hur, Titanic dan Lord Of The Rings: Return Of The King, yang semuanya mendapatkan 11 patung. Sedangkan La La Land berhasil menyabet 14 patung. Ini merupakan prestasi yang sangat menggembirakan bagi semua yang terlibat di film La La Land.

Penghargaan Oscar di tahun ini sendiri cukup berbeda usai adanya kontroversi berupa tanda pagar bertuliskan ‘#Oscarssowhite’ tahun lalu. Maksudnya adalah penghargaan Oscar tahun lalu didominasi atau dimenangkan oleh semua artis berkulit putih dan tidak ada selebriti atau artis yang berkulit hitam yang memenangkannya. Untuk penghargaan di tahun 2017 ini, Anda bisa melihat beberapa bintang keturunan Afrika Amerika yang membawa pulang penghargaan tersebut.

Viola Davis diharapkan dapat menjadi aktris pendukung terbaik dan mendapatkan penghargaan untuk film Fences, sementara Mahershala Ali adalah pelopor untuk memenangkan aktor pendukung terbaik dari film Moonlight. Denzel Washington juga bisa merebut kemenangan di kategori aktor terbaik, juga untuk film Fences, menyenggol aktor favorit Casey Affleck dari posisi puncak untuk penampilannya di Manchester By The Sea. Sedangkan bintang utama La La Land, Emma Stone diharapkan akan menjadi aktris terbaik seiring dengan filmnya yang menjadi film online terbaik juga.

Isu Politik dari Komentar Presiden Donald Trump

Selain kesuksesan dari film La La Land pada acara penghargaan tersebut, dimungkinkan akan ada cukup banyak hal yang berkaitan dengan isu politik. Ini berbeda dengan event penghargaan Oscar sebelumnya. Tentunya, ini juga berkaitan dengan apa yang disampaikan oleh presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.

Ya, berbicara tentang Presiden Donald Trump pasti tidak bisa lepas dari pendapat kontroversialnya tentang larangan Muslim untuk melakukan perjalanan (ke Amerika) dapat menjadi hal yang hangat untuk dibicarakan oleh banyak orang pada saat event tersebut. Komedian Jimmy Kimmel, yang akan menjadi pembawa event tersebut, mengatakan jika nantinya presiden akan menjadi target ejekan semua orang.

Pidato anti-Trump yang sangat ‘keras’ yang dilakukan oleh Meryl Streep di Golden Globes telah dianggap sebagai pembuka dari retorika atau pidato politik yang dilakukan di atas podium. Apalagi, sutradara asal Iran, Asghar Farhadi, yang mengarahkan film The Salesman dinominasikan untuk film berbahasa asing terbaik, telah mengumumkan ia tidak akan menghadiri event Oscar tersebut untuk menanggapi (mengkritisi) sikap Presiden Trump terhadap para imigran.

Ya, banyaknya yang terlibat judi online di dalam event besar dan bergengsi tersebut, tidak hanya orang berkulit putih melainkan juga warga keturunan Afrika Amerika atau artis berkulit hitam serta banyaknya orang yang terlibat dari berbagai agama termasuk Muslim, akan membuat event Oscar kali ini akan berbeda dikarenakan pendapat kontroversi presiden baru Amerika, Trump.